layananhukum

Melampaui Kiri dan Kanan: Desire, Chaos, dan Dialektika Revolusi

 

Istilah “kiri” telah lama menjadi bagian dari diskursus politik dan filsafat, merujuk pada spektrum ideologi yang menekankan kesetaraan sosial, keadilan ekonomi, serta perubahan progresif.

Sebaliknya, “kanan” lebih cenderung mengutamakan nilai-nilai tradisional, kebebasan pasar, dan stabilitas sosial. Pemisahan ini bukan sekadar label, melainkan konsepsi historis yang berkembang dalam konteks politik yang berbeda di berbagai belahan dunia.

Di Eropa dan Amerika Serikat, istilah “leftism” atau “kiriisme” sering digunakan untuk merangkum gerakan politik dan sosial yang berakar pada pemikiran sekuler, sering kali dikontraskan dengan warisan agama seperti Kekristenan.

Pemikir seperti Karl Marx dan kaum sosialis awal melihat agama sebagai instrumen status quo, sehingga ideologi kiri berkembang sebagai alternatif yang lebih berbasis materialisme historis dan analisis kelas.

Dalam wacana politik Amerika Serikat, dikotomi antara “kiri” dan “kanan” terutama tercermin dalam dua partai utama: Partai Demokrat (kiri-liberal) dan Partai Republik (kanan-konservatif). Seseorang yang menyatakan “I am liberal” di Amerika cenderung mendukung kebijakan progresif seperti jaminan sosial, hak sipil, serta regulasi ekonomi yang lebih ketat.

Sebaliknya, mereka yang mengidentifikasi sebagai “conservative” cenderung mendukung kebijakan pasar bebas, nilai-nilai tradisional, dan pemerintahan terbatas. Di Amerika, istilah “liberalisme” sering dikaitkan dengan progresivisme, sementara “konservatisme” sering terkait dengan nilai-nilai tradisional dan nasionalisme.

Namun, terminologi ini mengalami pergeseran makna ketika diaplikasikan dalam konteks Eropa. Di Eropa, “liberalisme” justru sering kali lebih dekat dengan kapitalisme pasar bebas dan individualisme ekonomi, sehingga cenderung lebih dekat dengan spektrum kanan.

Sebaliknya, partai-partai buruh dan sosialis di Eropa, yang memperjuangkan kebijakan kesejahteraan sosial dan redistribusi ekonomi, lebih sering dikategorikan sebagai “kiri”.

Dengan kata lain, seorang liberal di Amerika lebih dekat dengan spektrum kiri, sementara di Eropa, liberalisme lebih sering diasosiasikan dengan kebijakan kanan.

Selain itu, spektrum kiri di Barat mencakup berbagai gerakan ideologis seperti Marxisme, sosialisme, feminisme, hingga lingkungan hidup. Konsep “left-wing religiosity” sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana gerakan sosial tertentu, seperti aktivisme lingkungan dan feminisme, menggantikan fungsi normatif yang sebelumnya diisi oleh agama.

Pemikiran ini tercermin dalam karya-karya akademik yang meneliti pergeseran nilai dalam masyarakat sekuler modern.

Alain Badiou, seorang filsuf Prancis kontemporer, menambahkan dimensi lain dalam memahami kiriisme. Ia menegaskan bahwa kiriisme bukan sekadar posisi politik, tetapi lahir dari sesuatu yang lebih mendasar: desire, hasrat, keinginan kuat yang berorientasi pada perubahan atau revolusi.

Hasrat ini tidak hanya bersifat radikal, tetapi juga spekulatif, karena ia mencoba untuk merekonstruksi realitas dengan memurnikan waktu dan menertibkan ruang.

Namun, Badiou juga menyadari bahwa waktu dan ruang tidak pernah benar-benar dapat ditertibkan, karena keduanya selalu eksis dalam kondisi yang kacau dan berantakan (chaos). Oleh karena itu, perjuangan kiri selalu dalam kondisi dialektis — antara kehendak untuk keteraturan dan realitas yang terus-menerus melawan keteraturan itu sendiri.

Ini menjelaskan mengapa gerakan kiri sering kali memiliki karakter yang revolusioner, mengguncang status quo, dan terus-menerus mencari bentuk baru dalam tata sosial dan politik.

Kesalahpahaman umum sering kali muncul karena pemaknaan yang berbeda terhadap terminologi ini di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, memahami konteks historis dan budaya di mana istilah “kiri” dan “kanan” digunakan menjadi sangat penting dalam membangun diskursus politik yang lebih akurat dan kritis.

Info lebih lanjut Anda dapat mengirimkan ke kami persoalan Hukum Anda melalui: Link di sini. atau melalui surat eletronik kami secara langsung: lawyerpontianak@gmail.com atau langsung ke nomor kantor Hukum Eka Kurnia yang ada di sini. Terima Kasih.